Oke bro, siap-siap. Karena kita bakal ngebahas sesuatu yang kedengerannya teknikal, tapi efeknya bisa langsung ngubah cara lo bikin konten, video, atau bahkan game. Dunia Text-to-Speech (TTS) sekarang bukan lagi sekadar “suara robot Google Translate” — ini udah masuk ke level “wait… dia manusia bukan sih?”
Dua gladiator yang lagi naik daun di arena ini: ElevenLabs dan Cartesia (Sonic).
Dan yep, dua-duanya bisa bikin lo ngerasa bersalah kalau ngomong jelek tentang mereka — karena mereka bakal jawab balik, secara literal.
Kenalan Dulu: Siapa Mereka?
ElevenLabs
Platform TTS dan voice cloning yang udah kayak “AI penyiar radio swasta”. Suaranya halus, ekspresif, dan bisa ngomel halus kayak dosen pas lo telat masuk kelas.
Mereka dukung banyak bahasa, punya kontrol emosi, dan paling penting — suara yang hidup.
“Natural banget sampai lo lupa kalau itu bukan manusia, dan mulai minta maaf ke laptop karena nyuruh dia ngomong ulang.”
Cartesia (Sonic)
Pendatang baru yang lebih fokus ke real-time voice generation — cepat, efisien, dan jujur aja, suaranya nggak kalah manusia.
Kalau ElevenLabs itu penyiar TV, Cartesia itu asisten AI yang bisa jawab dengan delay kayak manusia mikir dulu 0.1 detik sebelum ngomong.
Apa yang Mereka Lakuin (dan Kenapa Lo Harus Peduli)
TTS sekarang bukan cuma buat bikin audiobook. Lo bisa:
- Bikin konten YouTube dengan narator digital.
- Bangun game dengan NPC yang beneran bisa ngomong.
- Auto-generate podcast dari blog.
- Atau bahkan bikin AI girlfriend yang bisa marah beneran (tapi ini jangan, tolong).
Intinya: lo butuh TTS yang cepat, natural, bisa diintegrasi lewat API, dan… nggak bikin dompet nangis.
Head-to-Head: ElevenLabs vs Cartesia Sonic
1. Kualitas Suara
- ElevenLabs: Natural banget. Intonasi dan pacing-nya enak. Cocok buat narasi panjang, video edukasi, dan konten storytelling.
- Cartesia Sonic: Menurut blind test internal, 61% responden bilang lebih suka Sonic 2 dibanding ElevenLabs. Jadi kalau lo suka “warm & believable tone”, Sonic punya keunggulan.
Fun fact: beberapa orang bahkan ngira suara Sonic itu manusia beneran — sampai si AI-nya bilang “terima kasih sudah menonton”.
2. Kecepatan (Latency)
- ElevenLabs: Cepat, tapi kalau teks panjang kadang harus dipecah jadi beberapa batch.
- Cartesia: Gila sih — latensinya cuma sekitar 40 ms, alias hampir real-time conversation.
Cocok buat chatbot suara, game, atau aplikasi interaktif.
Kalau ElevenLabs itu kayak host podcast, Cartesia itu MC di acara live — langsung tembak tanpa delay.
3. Voice Cloning & Custom Voice
- ElevenLabs: Udah legend. Lo upload sampel suara lo, dan boom — AI-nya bisa ngomong kayak lo (kadang lebih jernih dari lo sendiri).
- Cartesia: Bisa juga, tapi saat ini dukungan bahasanya belum selengkap ElevenLabs.
Hati-hati aja, nanti ada orang lain pakai suara lo buat baca puisi ke mantan. Itu bukan deepfake — itu deep pain.
4. Harga & Limitasi
- ElevenLabs: Ada free tier (sekitar 10 menit per bulan). Paket berbayar mulai dari ~$5-$22 tergantung kebutuhan. Tapi kalau lo generate ribuan menit, bisa jebol juga.
- Cartesia: Katanya lebih murah per menit (~$0.03 per menit). Tapi pricing detail belum sejelas ElevenLabs.
Simpelnya: ElevenLabs itu kayak iPhone — mahal tapi halus. Cartesia itu kayak Android flagship — lebih fleksibel, tapi tergantung cara lo pakai.
5. Kelemahan & Catatan Realistis
- ElevenLabs: Kadang untuk teks panjang, ekspresi bisa drop karena dibagi batch. Juga, ada risiko penyalahgunaan cloning suara.
- Cartesia: Masih berkembang, belum semua bahasa terdengar natural (terutama non-Inggris).
Jadi, kalau lo bikin konten bahasa Indonesia, dua-duanya butuh penyesuaian kecil — kayak nyari nada pas nyanyi di karaoke.
Cocok Buat Siapa?
| Kebutuhan | Rekomendasi |
|---|---|
| Narasi video panjang / storytelling | ElevenLabs |
| Chatbot, Game, Live interaction | Cartesia Sonic |
| Bahasa Indonesia atau multi-lingual | ElevenLabs (lebih stabil) |
| Budget hemat & latency cepat | Cartesia Sonic |
| Mau cloning suara sendiri | ElevenLabs (lebih aman & matang) |
Puncline + Dark Jokes Section
-
Kalau AI voice generator makin realistis, suatu hari lo bakal dengar suara lo sendiri bilang,
“Bro, lo yakin mau nulis script cringe kayak gini?” -
Bayangin voice clone lo bikin podcast sendiri dan lebih populer dari lo.
Ya, itu bukan sukses — itu tragedi digital. -
ElevenLabs dan Cartesia dua-duanya keren. Tapi kalau dua-duanya tiba-tiba sepakat, “manusia udah nggak efisien,” ya… selamat datang di ending film sci-fi versi startup.
Kesimpulan
Kedua layanan ini udah membawa TTS ke level yang gila banget.
- ElevenLabs: Lebih halus, cocok buat storytelling dan konten panjang.
- Cartesia Sonic: Lebih cepat, cocok buat interaktif & API real-time.
Kalau lo kreator, dev, atau cuma orang yang pengen punya suara baru buat ngatain laptop, dua-duanya worth dicoba.
Dan ingat: kalau suatu hari AI-nya ngomong balik “gue capek,”…
tutup laptop pelan-pelan, minum air putih, dan istirahat.
Mungkin bukan lo yang burnout — mungkin AI-nya juga.